Category: self-reflection

  • GELAP

    Mengutip dari omongan Bang Pandji Pragiwaksono “negara pikir kita ni sebagai rakyat bego kali ya, ga ngerti, ga paham sama apa yang terjadi di Indonesia”.

    Menurut gua, sepakat banget. karena yaa segitunya fakta yang ada, ntah berupa berita, postingan sosial media, orang-orang yang selalu mengemukakan keresahannya dan apapun yang bisa kita lihat dengan mata kita sendiri.

    Dan kami kami ini yang beneran tulus mencintai Indonesia, ingin kebaikan untuk negara Indonesia, ingin negara maju, rakyat sejahtera, hukum adil dan semua kebaikan yang ada di dalamnya, malah dikira “Makar”, “Antek antek asing”, “Yang ingin negara hancur” dan narasi narasi yang begitu menyedihkan.

    Tiap hari kita disuguhkan dengan sesuatu yang gua sendiri ngerasa “there is something wrong” ni sama apa yang jadi kebijakan-kebijakan pemerintah. Belum lagi seringnya blunder yang dilakukan oleh para pejabat negara, ntah salah ngomong, public speaking yang kurang dilatih sehingga mengundang emosi rakyat indonesia hehe

    Yaa begitu lah, tetep sih ikhtiar mah harus supaya kedepan Indonesia bisa lebih baik lagi, mulai dari apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita jangkau. Sesederhana like, share sesuatu yang lagi rame, yang lagi dibahas dimasing-masing sosial media kita.

  • Perjalanan terberat dan terjauh

    Selalu kagum sama orang-orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid. Mungkin ga viral di dunia, tapi namanya viral di akhirat. Maa Syaa Allah..

    Jadi inget dulu apa yang disampein sama ustadz Yusuf Mansur analogi tentang shalat berjamaah di masjid ini. beliau nyampein :

    Dulu saya punya supir, namanya sariman. terus saya panggil :

    Sarimaaaaaan, sekali ga nyaut. dua kali, sarimaaaan, sarimaaaaan, ga nyaut juga. kita ni kalo lagi manggil kan butuh ya, pengen kan cepet cepet disambut, cepet dateng kalo kita panggil.

    Begitu juga Allah, Allah manggil kita shalat sehari 5 kali tapi ga penuhin panggilan-Nya. kira-kira kalo kita mau mikir sebagai hamba, gimana adab kita terhadap Allah. tapi Allah ga marah juga sih, toh tetep dikasih rezeki, sehat dan berbagai kenikmatan lainnya hehe

    Giliran doa maunya cepet dikabulin hehe

  • Makna “ibadah”

    Mungkin kita sering denger ayat “Wa maa khalaqtul jinna walinsa illa liya’buduun” yang artinya Allah menyampaikan bahwa Aku kata Allah, tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya beribadah kepada-Ku. makna atau tafsir menjelaskan kata “ibadah” di sini bukan hanya tentang shalat dll tapi lebih dari itu kita disemangati untuk melakukan apapun bentuk kebaikan sebagai bentuk penghambaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala.

    Misal ambil case, setelah jadi dokter, mau ngapain lagi, mau jadi dokter spesialis, setelah itu mau ngelakuin apa lagi, begitu seterusnya. Jadi konsep hidup based on quran adalah berpindah dari satu kebaikan ke kebaikan yang lain, dari suatu pahala ke pahala yang lain. Dari segala bentuk potensi, priviledge yang Allah berikan rasanya malu jika kita berhenti disatu titik yang kalo kita lakukan hal itu akan membawa kebaikan, kebermanfaatan bagi siapapun, terlebih untuk diri sendiri.

    Relate dengan surah Al-Mulk di mana Allah menyampaikan “Alladzi khalaqal mauta walhayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala” bahwa Allah yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kita, siapa diantara kita yang lebih baik amalannya.

  • Hidup bukan tentang laju

    Ketika kita ngerasa kehidupan seakan berjalan “lambat” dari orang lain, sadari bahwa hidup bukan tentang laju, ada “cepat” atau “lambat”. tapi hidup tentang dua hal yaitu “Ketepatan” dan “Ketetapan”. hal yang sudah ditetapkan itu memang tepat buat kita, begitu sebaliknya. Jadi berhenti untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain.