Category: self-reflection

  • Definisi belajar tanpa henti

    Barusan gua nonton Director on Actor. ada pembahasan tentang gimana cara aktor tidak tergantikan dan punya unique nya sendiri sebagai aktor. terus Mas Danang jawab gini “menurut gua, gua tergantikan. tapii pada saat ada kesempatan gua berusaha untuk tidak tergantikan.” konteks dari jawaban itu menurutnya selama kesempatan itu belum ada, gua tetep ngelatih diri gua dengan latihan acting, belajar apapun dll sehingga pada saat kesempatan itu datang, gua siap.

    Gua tau ini lagi ngomongin acting, tapi secara substansi menurut gua disemua hal bisa menerapkan hal ini. bisa mulai dari nyari hal yang kita sukai dulu, setelah tau yang kita sukai, ngelatih hal itu setiap waktu bahkan ketika kesempatan belum ada, sampe kesempatan itu datang, kita udah siap.

  • Startup

    Waktu kapan tuh ya startup mulai rame di Indonesia, banyak sekali startup yang bermunculan, bahkan mungkin sampai sekarang. Tapi bukan mau bahas statistik startup Indonesia ya hehe Gua mau bikin tulisan tentang startup yang udah gua bikin.

    Mulai dari definisi dulu deh, menurut Ai gemini definisi Startup adalah perusahaan rintisan yang baru berdiri, berfokus pada inovasi teknologi, dan bertujuan memecahkan masalah dengan pertumbuhan pesat.

    Awal mula gua bikin startup karena sebenernya the power of kepepet haha dari situ gua mulai cari semua hal tentang startup, kaya gimana cara bikinnya, step apa aja yang harus dilakukan untuk membuat sebuah startup dan segala hal yang berkaitan dengan itu. mungkin kita langsung ke contoh real aja ya supaya gua ga bertele-tele dan gua juga ga pandai teorinya banget hehe ini based on yang udah gua lakukan sejauh ini.

    1. Nentuin ide : menurut keyakinan gua pribadi, ide ini akan muncul pada saat kita ngerasain keresahan, ngerasa ada masalah, entah dikerjaan, lingkungan, pokonya apapun yang kita lihat disekitar kita yang bisa jadi solusi untuk setiap masalah yang ada. Kalo case gua pribadi, karena gua seorang programmer yang cukup lama di industri kesehatan, tau setiap masalah-masalah yang ada di industri ini, jadi gua pikir idenya pada saat itu adalah membuat produk berbentuk software untuk fasilitas kesehatan, mulai dari Praktik Mandiri Dokter, Bidan, bahkan sampai Rumah Sakit.
    2. Bangun Team: nah sebenernya dibagian ini gua ga punya team artinya masih solo bukan jomblo *apasih, karena dari segi budget belum ada wkwk tapi ini penting banget ko untuk bangun team yang solid supaya bisa tercapai apapun hal yang kita harapkan dari startup yang bikin. kalo clash dikiit atau adu argumen itu udah biasa lah ya dalam sebuah team hehe
    3. Minimum Viable Product (MVP) : gua jelasin sesuai apa yang gua pahami aja ya bukan secara teori, lu bisa browsing definisinya seperti apa hehe MVP ini kurang lebih kita harus bangun atau buat produk yang secara minimum itu bisa digunakan oleh user/client. Kalo case gua, MVP sistem atau software yang gua buat harus mengakomodir mulai dari pendaftaran pasien, pemeriksaan pasien, pemeriksan penunjang (Obat, Lab, Radiologi), Pembayaran Pasien, hingga laporan. nah hal itu yang harus ada terlebih dahulu supaya bisa digunakan oleh user/client.
    4. Validasi Pasar : setelah ide terkeksekusi dengan baik dengan selesainya Minimum Viable Product, langkah selanjutnya adalah validasi pasar. jujur ni jujuur, step ini yang menurut gua paling berat hehe karena apa? karena harus nawarin sistem ke temen, temennya temen, temen yang ga begitu deket, temen tapi dekat ehhh engga deng canda haha bahkan sampe ke dokter ya gua coba tawarin. ada perasaan malu juga padahal sebenarnya ya, kenapa harus malu haha intinya sih bagian ini kita nawarin produk kita ke pembeli. Ditahapan ini pula, kita bisa dapat feedback dari user, kira-kira dari sisi mana produk kita bisa diperbaiki, ditingkatin bahkan bisa jadi penambahan fitur.
    5. Scale up : yang gua pahami, dibagian ini gimana caranya kita untuk memajukan startup yang kita bikin. salah satu caranya kita bisa menawarkan produk kita ke investor yang potensial. untuk stepnya lu bisa browsing di internet lagi ya hehe karena tahapan inipun gua baru mau coba. wish me luck

    nah mungkin itu beberapa hal yang bisa gua share dan udah gua lakukan sejauh ini. semoga ada yang bermanfaat.

  • Tentang mencari

    Akhir-akhir ini gua kepikiran tentang “apa yang membuat kita semangat dalam menjalani hidup? kira-kira apa yang ngedrive kita untuk tetap bekerja, berkarya atau berusaha bermanfaat untuk orang lain?”

    Setelah gua browsing tepatnya nanya AI haha yang paling banyak muncul adalah konsep Ikigai yang dipunyai Jepang, yang mungkin kalian sering denger dan banyak dibahas oleh siapapun. Ini perspektif yang coba mau gua share. Secara konsep kurang lebih ikigai membahas tentang : Apa yang kita sukai, Apa yang kita kuasai, Apa yang bisa membuat kita dibayar dan Apa yang dunia butuhin.

    Gampangnya menurut gua gini:

    Apa aja yang disukai? contoh kasus gua sendiri yaa

    • Gua suka main bola dan apapun yang berkaitan dengan bola. gua suka alam, hutan, gunung, Camp. Gua suka nulis. suka baca buku

    Apa yang dikuasai?

    • so far sambil nulis ini gua kerja sebagai programmer yang mana jago ngoding hehe. jago management waktu.

    Gua bisa dibayar karena apa?

    • dari poin 1 dan 2, tentu gua bisa kerja sesuai dengan apa yang gua kuasai sebagai programmer dan bisa dapetin uang dari situ. atau bikin produk sendiri yang bisa dijual ke orang lain.
    • tapiii kalo misal gua suka travelling sementara ga punya duit untuk travelling artinya harus cari hal yang kita kuasai. caranya gimana? sesederhana trial and error aja. dari sekolah kita terbiasa kan atau mulai ngerasa minat kita di mana, ada yang suka itung-itungan, ada juga yg engga. ada yang jago ngomong di depan publik, ada yang senengnya berogranisasi, ada yang suka olahraga dan masihbanyak hal. dari trial and error itu kita bisa merasa passion kita di mana. kalo belum nemu, sabar aja. waktu kecil pada saat belajar jalan kita jatuh berkali-kali kan? jadi pada saat kita dewasa, dengan segala pengalaman, wawasan yang kita punya, ilmu yang cukup, harusnya kegagalan dan jatuh berkali-kali udah bisa diantisipasi dengan baik kan? meskipun kadang-kadang pada saat dewasa lebih banyak takut gagalnya hehe dan malah ga pernah berani coba sampe ga jalan-jalan.

    Apa yang dunia butuhin?

    • kalo contoh kasus gua, gua bisa bikin aplikasi yang bermanfaat bagi orang lain, entah secara sukarela atau tetap menghasilkan juga.

    Secara singkat, coba mulai tanya ke diri sendiri dan ditulis apa yang kita suka, kita kuasai, kita bisa dibayar karena apa dan apa yang dunia butuhin. Dari sana mungkin bisa menemukan arti untuk apa kita di dunia ini.

  • GELAP

    Mengutip dari omongan Bang Pandji Pragiwaksono “negara pikir kita ni sebagai rakyat bego kali ya, ga ngerti, ga paham sama apa yang terjadi di Indonesia”.

    Menurut gua, sepakat banget. karena yaa segitunya fakta yang ada, ntah berupa berita, postingan sosial media, orang-orang yang selalu mengemukakan keresahannya dan apapun yang bisa kita lihat dengan mata kita sendiri.

    Dan kami kami ini yang beneran tulus mencintai Indonesia, ingin kebaikan untuk negara Indonesia, ingin negara maju, rakyat sejahtera, hukum adil dan semua kebaikan yang ada di dalamnya, malah dikira “Makar”, “Antek antek asing”, “Yang ingin negara hancur” dan narasi narasi yang begitu menyedihkan.

    Tiap hari kita disuguhkan dengan sesuatu yang gua sendiri ngerasa “there is something wrong” ni sama apa yang jadi kebijakan-kebijakan pemerintah. Belum lagi seringnya blunder yang dilakukan oleh para pejabat negara, ntah salah ngomong, public speaking yang kurang dilatih sehingga mengundang emosi rakyat indonesia hehe

    Yaa begitu lah, tetep sih ikhtiar mah harus supaya kedepan Indonesia bisa lebih baik lagi, mulai dari apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita jangkau. Sesederhana like, share sesuatu yang lagi rame, yang lagi dibahas dimasing-masing sosial media kita.

  • Perjalanan terberat dan terjauh

    Selalu kagum sama orang-orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid. Mungkin ga viral di dunia, tapi namanya viral di akhirat. Maa Syaa Allah..

    Jadi inget dulu apa yang disampein sama ustadz Yusuf Mansur analogi tentang shalat berjamaah di masjid ini. beliau nyampein :

    Dulu saya punya supir, namanya sariman. terus saya panggil :

    Sarimaaaaaan, sekali ga nyaut. dua kali, sarimaaaan, sarimaaaaan, ga nyaut juga. kita ni kalo lagi manggil kan butuh ya, pengen kan cepet cepet disambut, cepet dateng kalo kita panggil.

    Begitu juga Allah, Allah manggil kita shalat sehari 5 kali tapi ga penuhin panggilan-Nya. kira-kira kalo kita mau mikir sebagai hamba, gimana adab kita terhadap Allah. tapi Allah ga marah juga sih, toh tetep dikasih rezeki, sehat dan berbagai kenikmatan lainnya hehe

    Giliran doa maunya cepet dikabulin hehe

  • Makna “ibadah”

    Mungkin kita sering denger ayat “Wa maa khalaqtul jinna walinsa illa liya’buduun” yang artinya Allah menyampaikan bahwa Aku kata Allah, tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya beribadah kepada-Ku. makna atau tafsir menjelaskan kata “ibadah” di sini bukan hanya tentang shalat dll tapi lebih dari itu kita disemangati untuk melakukan apapun bentuk kebaikan sebagai bentuk penghambaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala.

    Misal ambil case, setelah jadi dokter, mau ngapain lagi, mau jadi dokter spesialis, setelah itu mau ngelakuin apa lagi, begitu seterusnya. Jadi konsep hidup based on quran adalah berpindah dari satu kebaikan ke kebaikan yang lain, dari suatu pahala ke pahala yang lain. Dari segala bentuk potensi, priviledge yang Allah berikan rasanya malu jika kita berhenti disatu titik yang kalo kita lakukan hal itu akan membawa kebaikan, kebermanfaatan bagi siapapun, terlebih untuk diri sendiri.

    Relate dengan surah Al-Mulk di mana Allah menyampaikan “Alladzi khalaqal mauta walhayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala” bahwa Allah yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kita, siapa diantara kita yang lebih baik amalannya.

  • Hidup bukan tentang laju

    Ketika kita ngerasa kehidupan seakan berjalan “lambat” dari orang lain, sadari bahwa hidup bukan tentang laju, ada “cepat” atau “lambat”. tapi hidup tentang dua hal yaitu “Ketepatan” dan “Ketetapan”. hal yang sudah ditetapkan itu memang tepat buat kita, begitu sebaliknya. Jadi berhenti untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain.